Tampilkan postingan dengan label Sehat Jiwa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sehat Jiwa. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 20 Juni 2015

Memakna Penyimpangan Pola Penamaan Bilangan Bahasa Jawa

Pada kesempatan kali ini admin ingin berbagi tentang satu sisi penyebutan angka dalam bahasa jawa. Ternyata, penyebutan angka atau bilangan dalam bahasa jawa yang telah dicipta para leluhur bisa diungkap makna istimewa yang terkandung. 

Tulisan yang akan kami bagikan bersumber dari kiriman WA dari sahabat semasa kuliah dulu. Beliau pun hanya melalukan copy paste, sehingga admin juga belum mengetahui sumber utama dari tulisan berikut. Mengetahui sumber tulisan utama memang penting, namun jauh lebih penting menyebarluaskan tulisan yang mengandung kebaikan tersebut. :-). Semoga, tulisan ini bisa membawa kemanfaatan untuk semua. Aamiin. 

***

Mencermati urutan bilangan, terutama dalam bahasa Jawa, akan menimbulkan pertanyaan tentang nama bilangan yang menyimpang (berbeda) dari pola yang ada. Penyimpangan tersebut terjadi pada beberapa angka sampai angka 60. Ya, sampai angka 60, tidak jauh-jauh dari capaian usia manusia Jawa. Sepertinya penyimpangan tersebut memang ditujukan untuk mengingatkan usia manusia.

Coba kita lihat.
Pertama angka 11-19 tidak disebut sepuluh siji, sepuluh loro, …, sepuluh songo; melainkan sewelas, rolas,…, songolas. Disini sepuluhan diganti welasan. Artinya pada usia 11-19 adalah saat-saat berseminya rasa welas asih (belas kasih) terutama kepada lawan jenis. Masa akil balik. Masa remaja.
Dalam banyak bahasa bilangan 11-19 memang diberi nama dengan pola yang berbeda. Dalam bahasa Indonesia disebut dengan belasan. Dalam bahasa Inggris disebut dengan teen, sehingga remaja pada usia tersebut disebut teenagers. 

Sabtu, 23 Mei 2015

Tujuh Puluh Perkataan

70 Perkataan Orang Bijak Yang Terkenal.

  1. Marah itu mudah. Tapi marah kepada siapa, dengan ukuran kemarahan yang sesuai, pada saat dan tujuan yang tepat, serta dengan cara yang benar itulah yang susah. (Aristoteles)
  2. Kesakitan membuat Anda berpikir. Pikiran membuat Anda bijaksana. Kebijaksanaan membuat kita boleh bertahan dalam hidup. (John Pattrick).
  3. Jangan pernah melupakan apa pun yang dikatakan seseorang ketika dia sedang marah, kerana akan seperti itu pulalah perlakuannya kepada Anda. (Henry Ward Beecher)
  4. Kejayaan adalah kemampuan untuk melalui dan mengatasi dari satu kegagalan ke kegagalan berikutnya tanpa kehilangan semangat. (Winston Chuchill)

Jumat, 22 Mei 2015

Menyempurnakan Positive Thinking

Bantul-markaz TI. Manusia merupakan makhluk sempurna ciptaan Allah SWT. Kenapa manusia merupakan makhluk sempurna? Karena dalam diri manusia tertanam akal pikiran. Tetapi, terkadang kesempurnaan manusia berubah menjadi kecacatan, yaitu ketika tidak mampu menggunakan akal pikiran dengan baik.

Positive thinking yang seharusnya mewarnai indahnya kehidupan harus tenggelam berganti Negative Thinking. Jika kita menginginkan kehidupan berjalan dengan indah, maka positive thinking harus senantiasa membersamai perjalanan hidup kita. Namun, positive thinking saja belum cukup karena belum mampu secara maksimal mengajak diri kita beramal secara maksimal. Positive thinking masih dalam tataran pikiran. Maka, postive thinking harus disempurnakan. Bagaimana caranya?

Berikut admin bagikan tulisan yang berasal dari kiriman sahabat melalui WA. Semoga bisa bermanfaat, bisa kita jadikan pegangan untuk menyempurnakan positive thinking kita semua.

***

Mana yang benar, positive thinking atau positive feeling? Keduanya betul. Hanya persoalan wilayah kerjanya. Jika positive thinking bekerja di wilayah otak, maka positive feeling di wilayah hati.

Lalu apa bedanya kedua wilayah itu? Otak akan menghasilkan kesimpulan sedang hati akan menghasilkan tindakan. Jadi positive thinking saja tidak cukup jika tidak dibarengi dengan positive feeling. NATO, No Action Talk Only.

Ketika kita melihat pengemis. Positif thinking Anda mungkin menyimpulkan “Oh, banyak profesi orang untuk menjemput rejeki dari Tuhannya”. Jika kita berhenti hanya pada tahap ini pasti kita tidak berbuat apapun pada pengemis itu.

Coba teruskan positive thinking kita pada positive feeling. Tambahkan perasaan pada kesimpulan kita tadi, “Aduh, kasihan ya pengemis itu”. Saya yakin kita akan tergerak merogoh kantong  dan memberikan uang padanya. Rasa kasihan adalah positive feeling yang menggerakkan kita bertindak.

Tapi tindakan kita akan menjadi berbalik ketika yang ada adalah negative feeling. “Ini pasti pura-pura sakit, jengkel saya sama pengemis ini”. Saya yakin kita tidak akan memberi uang pada pengemis ini, malah memaki atau setidaknya bermuka masam padanya. Feelinglah yang menggerakkan kita. Perasaanlah yang menghasilkan tindakan. Maka, hati-hati dengan perasaan kita.

Jika hidup adalah action, maka jangan hanya pandai berpositive thinking. kita hanya terjebak pada kesimpulan baik, tapi tidak pernah bertindak. Saya banyak mendapati teman yang terjebak pada kebiasaan ini. Apakah salah? Oh, tentu tidak. Hanya rasanya kurang berdampak. Sebab, tanpa action maka positive thinking hanya berpahala satu. Tapi kalau sampai berlanjut pada tindakan, maka Allah  akan melipat gandakan pahalanya.

Tapi yang harus digaris bawahi, bahwa tidak ada tindakan baik jika diawali dengan pikiran negatif. Jangan berharap tindakan kita akan baik jika sudah diawali dengan negative thinking. Negative thinking akan menghasilakn negative feeling dan Positive thingking akan menghasilkan posifive feeling.

Jika kita mempunyai prilaku yang buruk dan  kita terbelenggu serta sulit untuk terbebas darinya. Sesungguhnya itu  berawal dari pikiran negatif kita sendiri yang kita turunkan ke hati, lalu menjelmalah menjadi tindakan. Tindakan itu terus menerus berlangsung menjadi kebiasaan dan akhirnya menjadi prilaku.

Orang seperti ini akan dihindari kehadirannya oleh teman-temannya. Jika dia hadir ke kantor, temen-teman kantornya menjadi sakit perut. Jika dia tidak masuk kerja, mereka merasa senang bahkan bersorak, “horee, dia tidak masuk kantor”.

Tentu kita sedih menjadi pribadi yang demikian. Maka, jadilah pribadi yang selalu positive thinking agar selaga tindakan kita positif. Kehadiran kita sangat diharapkan oleh siapapun sebab kita adalah pribadi yang mulai. Semua orang senang jika kita ada di antara mereka. kita adalah pribadi yang selalu memotivasi dan memberi inspirasi. kita bisa memandang apapun dari kacamata positif sekalipun itu negatif.  Sebab kita selalu berprinsip bahwa semua kejadian di alam ini netral adanya, tergantung kita mau memberinya negatif atau positif.

Ketika ada orang yang marah pada kita. Positif thinking kita mengatakan, “oh...mungkin di rumah dia tidak berani marah dan mencari pelampiasan atas kemarahannya itu padaku”,  atau “mungkin Allah sedang menguras dosa saya. Menghadirkan malaikat yang berwujud manusia untukku”. Ketika ada orang yang tidak membalas senyum kita, kita hanya berpikir, “mungkin ia sendang ada masalah besar yang membuatnya sakit gigi”.

Semua di mata kita menjadi positif sebab kita berpikiran positif. Hidup kita menjadi indah dan berwarna sebab kita selalu berpikir positif. Bahwa setiap hari adalah surga bagi kita. Tidak ada guna berpikir negatif sebab memang tidak ada yang perlu dikhawatirkan. kita hadapi semua dengan senyuman.

Ayo, awali hari dengan positif thingking dan bumbuhilah dengan perasaan indah agar menjadi positive feeling, menjadi tindakan, menjadi amal baik, dan menjadi amal jariyah yang mengantarkan kita ke surga tertinggi kelak. Aamiin...

***

Referensi: kiriman WA.

Selasa, 19 Mei 2015

Boleh, Tapi Jangan Dikerjakan!

Pak Kamsud pagi itu belum sempat sarapan di rumah, maka sebelum kerja, ia mampir dulu di Warteg Pak Karman langganannya. Belum juga sempat duduk, Pak Kamsud langsung ditembak pertanyaan sama pak Karman.

Nah, ini dia Pak Kamsud kebetulan sekali nih" kata pak Karman. "Ada apa emang koq pakai kebetulan segala?" tanya pak Kamsud keheranan. "Gini pak Kamsud, dari kemaren di Warteg ini banyak orang ngobrolin tentang baca Quran dengan langgam Jawa, menurut pak Kamsud sendiri gimana itu?" "Ya, kalo menurut saya pribadi sih itu namanya kurang kerjaan." "Lha koq gitu pak?" tanya pak Karman.

Minggu, 17 Mei 2015

Soal Qiro'at Langgam Jawa di Istana Negara, Ini Kritik Syaikh Abdullah Ali Bashfar

Islamedia -  Pembacaan Al Quran dengan langgam Jawa yang dilaksanakan di Istana Negara dalam rangka memperingati Isra' Mi'raj tak hanya menjadi perbincangan didalam negeri.
Qari’ internasional, Syaikh Abdullah bin Ali Bashfar pun ikut memberikan komentarnya mengenai qira’at dengan Langgam Jawa tersebut.
Seperti dikutip dari Fimadani, Ahad (17/05), Syeikh Ali Bashfar memberikan kritik dan catatan terkait video muratal dengan lagu Dandanggulo macapat Jawa tersebut yang dibacakan oleh Muhammad Yaser Arafat.

Jumat, 15 Mei 2015

Keajaiban Syukur

Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.    -Surat Ibrahim ayat 11-

Menyimak apa yang telah dipaparkan oleh Masaru Emoto dalam bukunya Hiden Secret of Water. Dalam buku ini diceritakan bahwa air dapat merespon segala perubahan. Air sebagai salah satu unsur terpenting pembentuk kehidupan memiliki sifat unik ketika dihadapkan pada paparan. Bila air terpapar input positif maka air menampilkan output positif pula. Sebaliknya, bila dirinya terpapar negatif hal yang runyam pun dia tampilkan.

KEKUATAN

Hai jama’ah jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya kecuali dengan kekuatan. – Surat Ar Rahman ayat 33-

Kamis, 10 Agustus 1995 adalah hari bersejarah bagi bangsa Indonesia. Pada hari itu bangsa Indonesia membuktikan kepada dunia bahwa negara kita bisa berdiri sejajar dengan negara lain di dunia dalam hal penguasaan teknologi dirgantara. Jutaan pasang mata menjadi saksi terbang perdana pesawat terbang hasil rancang bangun putera puteri Indonesia. Pada usia yang relatif muda antara 20 sampai 40 tahunan putera puteri Indonesia berhasil mengerjakan rekayasa pesawat terbang berteknologi tinggi yang bernama N-250. Mereka bekerja dengan tekun, penuh kerja keras tanpa lelah untuk melahirkan pesawat canggih ini.

Tepat pukul 10.08 WIB pesawat kebanggaan rakyat Indonesia ini terbang dari bandara Husein Sastranegara. Menembus langit Bandung yang saat itu berwarna cerah, menyibakkan angkasa memberitahukan pada dunia bahwa Indonesia bisa.

Banyak kalangan asing menilai bahwa pesawat ini tidak layak terbang. Majalah Asiaweek bahkan menyebutkan pesawat ini sangat mungkin terjadi musibah pada saat terbang perdana. Namun semua komentar negatif itu berhasil dipatahkan dengan terbuktinya N-250 terbang dengan megah melintasi langit Jawa Barat dan Laut Jawa.

Pesawat hasil besutan Habibie beserta para karyawan IPTN ini menggunakan teknologi fly by wire. Perlu diketahui saat itu baru ada 3 pesawat yang menggunakan teknologi ini, yaitu Airbus A-340, Boeing 767 dan N-250. Betapa mengharukan dan membanggakan kita pernah menguasai teknologi dirgantara dengan segala perhitungan rumit serta teknologi canggih guna melintasi langit dengan kekuatan.

Senada dengan kisah di atas bahwa Alloh subhanahu wa ta’ala telah mengumumkan kepada segenap jin dan manusia bahwa jika ingin menembus penjuru langit dan bumi maka tembuslah dengan kekuatan. Pesawat N-250 adalah contoh kecil bukti dari ayat ini. Manusia terlahir dengan kekayaan alam pikiran yang dapat digunakan untuk merajut ilmu pengetahuan demi melahirkan kekuatan.
Ayat di atas seolah memberikan gambaran kepada kita jika ingin menguasai langit dan bumi maka kuasailah ilmu pengetahuan dan teknologi. Karena ilmu pengetahuan dan teknologi adalah sumber kekuatan.

Akhirnya semoga akan kembali terlahir Habibie – Habibe muda dari kalangan muslim Indonesia demi mengejewantahkan ayat Al Qur’an ini.

Sumber: mengajimakna

Rabu, 13 Mei 2015

"Isi Tas Sekolah Siswi SMA"

Islamedia.co  - Pihak sekolah SMA Putri di kota Shan'a' yang merupakan ibu kota Yaman menetapkan kebijakan adanya pemeriksaan mendadak bagi seluruh siswi di dalam kelas. Sebagaimana yang ditegaskan oleh salah seorang pegawai sekolah bahwa tentunya pemeriksaan itu bertujuan merazia barang-barang yang di larang di bawa ke dalam sekolah, seperti : telepon genggam yang di lengkapi dengan kamera, foto-foto, surat-surat, alat-alat kecantikan dan lain sebagainya. Yang mana seharusnya memang sebuah lembaga pendidikan sebagai pusat ilmu bukan untuk hal-hal yang tidak baik..
Lantas pihak sekolah pun melakukan sweeping di seluruh kelas dengan penuh semangat. Mereka keluar kelas, masuk kelas lain. Sementara tas para siswi terbuka di hadapan mereka. Tas-tas tersebut tidak berisi apapun melainkan beberapa buku, pulpen, dan peralatan sekolah lainnya..
Semua kelas sudah dirazia, hanya tersisa satu kelas saja. Dimana kelas tersebut terdapat seorang siswi yang menceritakan kisah ini. Apa gerangan yang terjadi ?!

Minggu, 10 Mei 2015

Ruang Doa

Jogja-Bethesda. Sampai dengan Ahad sore, belum ada lintasan mau menulis apa. Seakan komitmen untuk menuliskan paling sedikit satu post di titianistimewa setiap hari akan luntur. Namun, tentunya itu tidak boleh terjadi. Usia blog belum lama, lah kok komitmen sudah mengendor. Ketika sudah berkomitmen, maka harus tetap dijaga. Tidak boleh "Satu hari satu post" hanya berupa angan belaka.

Jumat, 08 Mei 2015

Menikmati Kelelahan

Bantul-pondok rsj. Setiap hari kita senantiasa melakukan aktifitas, baik rutin ataupun insidental, bisa pribadi ataupun bersama/berjamaah/berorganisasi. Tentunya, aktifitas yang dilakukan menyita energi dan pikiran. Dan, konsekwensinya rasa jenuh, bosan, dan lelah akan menyerang untuk mengajak kita menjauh bahkan berhenti dari aktifitas tersebut. Padahal, ketika kita menjauh dari aktifitas yang melelahkan akan berdampak pada keberlangsungan kebaikan-kebaikan yang telah kita lakukan.
Ketika kita berhenti mencari nafkah karena lelah, maka kebaikan yang kita lakukan untuk anak dan istri akan terhenti. Ketika kita berhenti mengurus dan merapikan rumah karena lelah, maka kebaikan yang kita lakukan untuk anak dan suami telah terhenti. Ketika kita tak peduli lagi untuk mendampingi dan membimbing anak karena merasa lelah, maka kebaikan untuk anak terhenti. Ketika kita menghentikan (sementara) kepatuhan kepada orangtua karena merasa lelah, maka kebaikan untuk berbakti kepada orang tua juga telah berhenti. Ketika kita memilih mundur dari aktifitas dakwah dan sosial karena merasa lelah, maka potensi untuk menebar kebaikan bagi umat telah pupus.

Rabu, 06 Mei 2015

Memakna Taqwa Dalam Busana Kasultanan Yogyakarta

Pada kesempatan ini, admin titianistimewa akan membagikan sebuah tulisan yang penuh makna yang dikirim sahabat melalui media sosial WhatsApp (WA). Kebudayaan yang tercipta seyogiyanya mengarahkan penikmat kebudayaan tersebut kearah kebaikan bukan sebaliknya menggiring kepada keburukan. Ust. Salim A. Fillah mengurai makna busana kasultanan Yogyakarta dalam bingkai takwa. Berikut tulisan Ust. Salim A. Fillah yang telah admin terima.

Nikmat dan Indahnya Dekat dengan Ulama

Oleh: Makmun Nawawi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Abu Ya‘qub bertutur: pada suatu hari, kami menghadap Abu Muthi‘ al-Qurbani untuk belajar hadis. Setelah kami diterima, Abu Muthi‘ menghidangkan makanan, namun kami tidak mau mengambilnya. Maka Abu Muthi‘ menegur, “Dulu, kaum Salafus Salih menghormati sahabatnya dengan cara memberi kebun, rumah, kendaraan, budak, bangunan, dan peralatan. Namun, kini hanya ini yang mampu diberikan, itulah batas penghormatan kita. Jika kalian menolaknya, habislah tradisi menghormati yang kita miliki dan musnahlah kebiasaan baik generasi Salaf. Maka jangan biarkan hal itu terjadi.” Setelah mendengar teguran tersebut, kami langsung melahapnya.